Sep 9, 2024

Mau Tau Tips Menjadi Content Writer ala Ibu Rumah Tangga? Simak 4 Tips Terbaik Dibawah Ini!

 

Bagi perempuan, saat menjadi ibu rumah tangga sering banget merasa gak berdaya, sering pingin bisa kontribusi ke keuangan keluarga atau paling tidak punya penghasilan sendiri. Rasanya pengen cuan, tapi bingung mulai darimana. Kamu merasa gitu gak sih? Kalau iya, disini jawabannya!

 

Di era digitalisasi ini, peluang pekerjaan menjadi banyak sekali. Tidak terkecuali untuk orang-orang yang ingin bekerja dirumah, salah satu contohnya ibu rumah tangga. Salah satu pekerjaan yang ada adalah Content Writer. Apa itu content writer? Dilansir dari Semrush, content writer adalah seorang profesional yang membuat tulisan untuk situs web, blog, hingga sosial media dengan tujuan utama menyampaikan informasi secara jelas dan menarik kepada audiens tertentu. Seru ya! Tentunya kreatifitas ibu-ibu rumah tangga bisa dimaksimalkan melalui tulisan yang tentunya bisa mendatangkan uang dan menjadi sumber pendapatan bagi ibu rumah tangga. Apakah kamu sudah siap mendatangkan perubahan ke hidup kamu?

 

“Gampang banget cuma nulis aja!"

 

Eits, kata siapa itu pekerjaan yang mudah? Terkadang mendapatkan ide untuk membuat suatu tulisan itu sangat susah, loh. Terlebih untuk ibu rumah tangga yang pekerjaan sehari-harinya berkutat dirumah dan suka merasa buntu ide. Nah ini dia 4 tips untuk mendapatkan ide menulis ala ibu rumah tangga. Disimak yuk!

 

1. Banyak Riset



Source : Google


Riset bisa dalam bentuk baca buku, baca blog orang lain, melihat konten orang lain, menonton video, baca artikel yang bisa didapatkan dari googling, dan lainnya. Dari situ kita bisa memperbanyak kosa kata kita, plus jadi tau tren – tren masa kini juga. Dengan riset yang baik dan rajin pun kita jadi bisa tau gaya tulisan apa yang cocok untuk kita.


2. Belajar Tools Yang Ada Saat Ini



Source : Google



Tentu kamu sudah pernah dengar dong aplikasi seperti Canva, ChatGPT, Power Thesaurus, KBBI Daring, Google Translate, dan mungkin website ataupun aplikasi lain? Nah, itu semua bisa membantu kamu banget untuk memaksimalkan konten yang akan kamu tulis. Kamu bisa belajar secara mandiri untuk menggunakannya, atau bisa juga mengikuti kelas berbayar untuk mempelajari aplikasi-aplikasi tersebut. Apalagi sekarang banyak sekali kelas-kelas berbayar untuk menunjang kamu menjadi penulis konten. Dan mencari kelas-kelas tersebut sekarang sangat mudah, bisa melalui instagram atau pun googling. Seru ya!


 3. Latihan, Latihan dan latihan



Source : Google



Tentu semua hal harus dimulai dari small steps alias latihan tanpa henti. Bisa dengan menuliskan cerita pendek tentang pengalaman diri sendiri di blog pribadi kamu, bisa juga menulis kegiatan harian mu di jurnal pribadimu. Dengan latihan yang sering, lama-lama kamu jadi mengetahui gaya bahasa seperti apa yang cocok untukmu dan juga gaya konten seperti apa yang kamu sukai. Luangkan sedikit waktu setiap harinya untuk berlatih. Just believe, small progress is still a progress. Jadi walaupun kamu merasa kok kayaknya stuck begini-begini aja? Just believe the process!


4. Percaya Diri



Source : Google



   Percaya gak sebagus apapun konten kamu, gak akan bisa dibaca atau dilihat orang kalau kamu gak percaya diri? Percaya diri menjadi hal yang sangat penting untuk menjadi penulis konten. Publish deh cerita kamu di blog, share blog kamu ke keluarga dan teman-teman terdekatmu dan dengarkan masukkan mereka. Pujian kecil sangat bisa bikin percaya diri kita meningkat loh!


   Itulah 4 tips untuk menjadi content writer ala ibu rumah tangga. Jangan berkecil hati menjadi ibu rumah tangga, kamu juga bisa loh menghasilkan uang hanya dari rumah saja. Tanamkan di pikiranmu bahwa ibu rumah tangga juga bisa berdaya. Yuk coba!

 

Sep 8, 2024

Ibu Rumah Tangga Mau Bisnis? Temukan 3 Alasan Mengapa Content Writing Sangat Penting Untuk Bisnis Kamu!




Bagi perempuan, saat menjadi ibu rumah tangga sering banget merasa gak berdaya, sering pingin bisa kontribusi ke keuangan keluarga atau paling tidak punya penghasilan sendiri. Apalagi saat anak-anak sudah beranjak dewasa, makin punya waktu luang untuk diri sendiri. Kamu merasa gitu gak sih? Kalau iya, disini jawabannya!


Di era digitalisasi ini, peluang pekerjaan menjadi banyak sekali. Tidak terkecuali untuk orang-orang yang ingin bekerja dirumah, salah satu contohnya ibu rumah tangga. Contohnya seperti bisnis online. Tapi, butuh banget ilmu tambahan supaya jualan kita laku, konten yang dibikin eye catching, dan berbeda dari penjual lain walaupun menjual produk yang serupa. Gimana ya caranya?


Ya, betul! Content Writing adalah jawabannya. Apa sih content writing itu? Dilansir dari Kelas Bersama, Content Writing adalah seni dan keterampilan menuliskan informasi dengan cara yang menarik dan relevan. Content writing sendiri juga sangat bisa dipelajari, loh! Apalagi sekarang tempat belajar menulis konten tuh banyak banget dan bisa dicari di media sosial seperti Instagram, Tik Tok, Youtube, dan lainnya. Salah satu contohnya bisa belajar di Impactful Writing. Tentunya kreatifitas ibu-ibu rumah tangga bisa dimaksimalkan melalui tulisan di sebuah produk yang tentunya bisa mendatangkan uang dan menjadi sumber pendapatan bagi ibu rumah tangga. Apakah kamu sudah siap mendatangkan perubahan ke hidup kamu, mama?

 

“Ngapain sih harus belajar content writing segala? Bisnis ya bisnis aja langsung mulai jangan kebanyakkan mikir!”

 

Eits… Jangan salah. Jika kamu belajar menulis konten dengan baik, tentunya ada beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan. Mungkin banyak sekali orang yang menjual produk atau menawarkan jasa seperti kamu tapi yang membedakan adalah cara kamu menjualnya. Disinilah content writing yang baik bisa membedakan kamu dari penjual lainnya. Apa aja tuh manfaat dari content writing? Nah, Simak 3 manfaat content writing untuk bisnis kamu!

 

Source : Google

1. Menarik Traffic Pembeli

Tentunya, saat kita memulai bisnis hal pertama yang kita pikirkan adalah “gimana caranya supaya produk/jasaku ada yang membeli?”. Karena apa sih artinya punya banyak produk/jasa tapi gak ada yang beli? Disinilah penulisan konten yang baik bermanfaat. Dengan penulisan konten yang menjual dan menarik bisa membuat orang untuk tertarik membeli produk atau menggunakan jasamu. Traffic pembeli untuk masuk ke website/kanal sosial mediamu (Instagram, Tik Tok, you name it) akan semakin tinggi karena orang-orang tertarik untuk membeli produk atau menggunakan jasa kamu, hanya dari content writing yang kamu buat. Keren kan?


2. Meningkatkan Sales = Cuan!

Seiring dengan meningkatnya traffic pembeli yang datang untuk melihat produk atau jasamu karena tulisan mu yang sangat meyakinkan mereka untuk membeli, tentunya Tingkat penjualan akan meningkat. Orang-orang jadi mau untuk mengeluarkan uang untuk membeli produk atau menggunakan jasamu. Sudah pasti dengan banyaknya pembelian, pendapatan kamu akan bertambah. Dan pada akhirnya tujuan akhir kamu sebagai ibu rumah tangga akan tercapai, yaitu mendapatkan penghasilan hanya dari rumah saja.



3. Orang Mulai Mengenal Produk dan Jasamu

Semakin tinggi penjualan kamu, traffic pembeli juga semakin tinggi, lama-lama orang akan banyak sekali yang mengenal produk atau jasa mu. Dari yang gak kenal kamu, hingga akhirnya kamu dikenal oleh orang-orang. Semakin sering kamu melakukan promo produk/jasamu dengan tulisan konten yang menarik dan menjual, orang-orang semakin tau tentang kamu. Visibilitas kamu di media sosial semakin meningkat, apalagi kalau kamu punya ciri khas sendiri dalam membuat konten yang membedakan dirimu dengan penjual lain dan membuat kamu jadi populer akan konten kamu yang menarik.

 

Itulah 3 manfaat mengapa content writing bisa mengubah bisnis mu menjadi lebih baik. Sebagai ibu rumah tangga tentunya kita juga pingin berdaya, kan? Bisa dicoba tuh, belajar content writing yang benar sehingga bisnis kamu makin cuan!


Aug 9, 2024

Apakah Aku Berguna Saat Menjadi Ibu Rumah Tangga?

 Pernah ga sih untuk perempuan perempuan diluar sana, terpikir kata-kata tersebut?


"Aku udah berguna gak ya saat memutuskan jadi ibu rumah tangga?"


Jujur itu adalah kegelisahan aku beberapa tahun terakhir ini, kayak gak berguna banget rasanya ga berdaya dirumah "cuma" urus anak dan suami serta rumah. Aku yakin sih, banyak banget yang berpikir begini. Apalagi di usia - usia produktif pasti rasanya membandingkan diri kita terus ke teman atau keluarga yang seumur dan menganggap mereka produktif banget sedangkan kita tidak. Ujungnya jadi bikin diri kurang bersyukur, merasa ga berdaya, dan merasa tidak menghargai diri sendiri.


Akhirnya aku membuat cara lain untuk membuat aku lebih menghargai diri aku sendiri dan kegiatan aku sehari-hari. Pertama, akhirnya aku kembali journalling. Aku kembali menulis, mengeluarkan isi kepalaku setiap harinya. I always make time in my super busy schedule for writing. Kedua, setiap hari aku selalu menulis apa saja yang membuat aku bersyukur. Dan kegiatan aku setiap hari nya ngapain aja. Darisitu aku bisa melihat ternyata aku produktif banget setiap hari. Walaupun kegiatannya cuma dirumah dan sekitar anak-anak serta suami, cuma aku sesibuk itu ternyata hehe. Ketiga, I make time for my own self alias bener-bener pakai jatah me time buat diri sendiri. Biasanya aku cenderung suka males hehe. Aku paksa segimanapun aku harus tetap me time, demi kewarasan diri sendiri.


Ternyata, kalau ditulis dan dibaca, aku tuh berdaya banget walau gak menghasilkan uang dan gak bekerja kantoran lagi. Jadi ibu rumah tangga ternyata truly a 24/7 job, ga ada berhenti dan ga ada istirahatnya. Dan ga perlu minder akan hal itu....


And above all, my husband appreciates me so much of my hardworks everyday.. so blessed to have you, pap :)



Sep 26, 2017

Menjadi Ibu

"Aku udah pantes belum ya jadi ibu?"
"Apa aku udah jadi ibu yang baik untuk anakku?"


Dan sejumlah pertanyaan lain mengenai kapabilitas aku menjadi seorang ibu yang seriiiing banget aku tanyakan ke diri aku. Waktu awal-awal melahirkan, beberapa orang memang mempertanyakan cara aku dan Luthfi memperlakukan Ahza. Pokoknya waktu itu bingunggg banget karena kayaknya apapun yang aku lakukan kok di kritik orang terus. Mana masih jadi ibu baru, menyusui aja belum benar, mandiin anak aja masih kaku banget haha. Tapi gak hentinya orang komentar ini itu.

Sampai akhirnya aku berusaha cuek dengan omongan orang dan puasa social media! Kalau buka hanya buka untuk lihat berita-berita yang asik-asik aja atau scroll online shop hahaha. Karena bagiku aku gak mau aja gitu merusak mood aku dimana aku harus nyusuin dan mengurus anakku sendirian dengan komen-komen yang negatif. Tapi perlahan aku jadi belajar sih bahwa cuek itu gampang (seriously!) dan hidup jaaaauh lebih indah saat kita bisa menyaring apa yang orang kasih tau ke kita.
Tapi tetap ya namanya juga manusia, semakin bertambahnya usia anak jadi suka bertanya lagi apakah aku udah jadi ibu yang baik ya? Apalagi Ahza sekarang benar-benar kayak spons! Apapun yang dilakukan oleh orang tuanya pasti dia lakukan, makan pasti diminta, dan lainnya. Jadi kadang aku sukaaa banget kelepasan marah sama Ahza (huhuhu maaf ya nak) walaupun dia belum ngerti sebenarnya... Karena gak bohong pekerjaan jadi ibu itu capeknya luar biasa dan aku tau tanggung jawab ini luar biasa besar.

Tapi aku teringat suatu kalimat yang aku lupa pernah lihat dimana. Intinya adalah mom is a human too. Ibu itu juga manusia, sama seperti orang lain. Jadi kalau buat kesalahan? Tentu. Tapi bukan berarti kita menjadi ibu yang buruk, no no. Jadi menyadari bahwa kita juga manusia itu ya lebih gak stress sendiri kalau kita kelepasan marah dengan anak karena capek, misal. Tapi gak berarti boleh marah-marah sama anak tanpa alasan juga sih, cuma maksudnya kalau kelepasan marah saat capek ya it's okay, cukup intropeksi diri sendiri untuk gak mengulangi lagi. 

Dan ditambah, stop bandingin diri kita sama orang lain sih. Apalagi bandingin anak, its a big no no. Juga jangan membandingkan cara kita mendidik anak dengan orang lain mendidik anaknya. Karena yang kita lihat di social media itu pasti yang indah-indah saja, tapi God only knows kehidupan aslinya seperti apa, kan? Intinya ya bersyukur dengan apapun yang kita punya :)

Tapi dibalik semua capek, khawatir, takut jadi seorang ibu, this is a priceless gift. Being a mom is so wonderful, I cant even explain it with words. Tidak pernah nyangka ada bahagia yang kayak gini, hanya melihat anak senyum. Perjalanan jadi ibu masih panjaaaang banget, but I'm willing to learn everyday, kiddo!

Love,
L

Sep 17, 2017

Bedtime Talk

Kemarin malam, as usual aku dan Luthfi ngobrol sebelum tidur. Tapi yang kemarin kita ngobrol sedikit "berat" topiknya, ada hal yang aku diskusikan dengan Luthfi, melihat sudut pandangnya sebagai laki-laki, mengenai salah satu teman baik kita yang sedang memiliki masalah rumah tangga.

Diakhir pembicaraan, kita berdua mengucap syukur, alhamdulillah kami berdua diberikan nikmat dan rezeki oleh Allah untuk saling mencintai dan dicintai hingga saat ini. Pernikahan kita memang masih kecil umurnya, baru 2 tahun tapi kita sangat bersyukur bahwa kita menikah dengan satu sama lain. Dengan apapun yang kita lalui, kita dapatkan selama pernikahan ini. Dan kita berdoa bersama-sama semoga pernikahan kita sampai nanti kita berdua meninggal & bertemu kembali di Jannah-Nya.

Setelah bedtime talk dengan Luthfi, rasanya hati ini penuh sekali. Penuh karena kayaknya aku ga perlu apa-apa lagi; I am happy with my life. Diperjalanan kami menikah memang ga selalu lurus aja atau naik terus tapi ada turunnya. Cuma aku bersyukur sekali kita berdua bisa terus ingat untuk bersyukur atas apa yang kita miliki, menguatkan satu sama lain. Tapi yang membuat kita selalu ingat untuk bersyukur sebenarnya setelah keberadaan Ahza di hidup kita. He simply made our life happier. Dan kita berdua masih jauhhhh sekali perjalanannya in syaa Allah dalam menjadi pasangan suami istri dan orang tua. Semoga Allah selalu menjaga dan memudahkan jalan kami sekeluarga, aamiin :)

Sep 12, 2017

#1

Sebulan terakhir ini aku lagi rajin kembali menulis di jurnal. Sebenarnya alasan utamanya ialah itu adalah salah satu cara menghilangkan jenuh, lelah, stress. Hanya coret-coret diatas kertas ternyata bisa menghilangkan itu semua! Hehe.

Kadang yang tadinya pengen ngeluh ini itu begitu nulis kok yang ditulis jadinya bukan keluhan, tapi pelajaran-pelajaran yang aku ambil dari keluhan-keluhan tersebut. Jadinya malah jadi reminder untuk bersyukur terus atas apa yang Allah kasih ke aku.

Dan itu hanya berawal dari sebuah notebook dan pulpen :)